Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Lokal, Program Makan Bergizi Gratis Sasar Kecamatan Panjang

Sesi foto bersama
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung

img_title Bikin Kaget Dewan Guru, Wapres Gibran Blusukan ke MTs dan MI Muhammadiyah Way Bungur Lampung Timur

 

Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar empat kelompok utama penerima manfaat, yaitu anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, guna menekan angka gizi buruk dan stunting.

img_title Wali Kota Eva Dwiana Bersama Kajati Lampung Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SD dan SMP Bandar Lampung

 

Kegiatan yang mengangkat tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” itu dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat

img_title BI Lampung Bekali Jurnalis Memahami Isu Ekonomi

 

Hadir dalam pembukaan sosialisasi antara lain Rahmawati Herdian, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN Anyelir Puspa Kemala, Staf Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Gusti Yudha Prasetya (secara daring), serta Camat Panjang Hendry Satria Jaya.

 

Dalam sambutannya, Rahmawati menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program pemberian makanan gratis, melainkan strategi konkret untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal.

 

“Program ini sangat membantu mengurangi angka stunting serta akan menghasilkan generasi yang membanggakan nusa dan bangsa. Dapur MBG juga membeli bahan masakan dari petani dan pengusaha lokal, sehingga perputaran ekonomi di masyarakat ikut terdorong,” jelasnya, dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (31/7/2025). 

 

Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN, Anyelir Puspa Kemala, menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, MBG harus dimaknai sebagai upaya memenuhi kecukupan gizi, bukan sekadar makan gratis.

 

“Indonesia Emas 2045 akan semakin dekat dengan adanya program ini. Kami juga membuka peluang kemitraan dapur MBG bagi masyarakat melalui portal resmi www.mitra.bgn.go.id,” ujarnya.

 

Sementara itu, Gusti Yudha Prasetya dalam paparannya secara daring, menjelaskan bahwa program MBG juga bertujuan meningkatkan literasi gizi keluarga dan membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

 

“MBG bukan hanya tentang makanan gratis, tapi bagian dari transformasi gaya hidup sehat demi menurunkan angka stunting dan menunjang tumbuh kembang anak secara optimal,” ungkapnya.

 

Camat Panjang, Hendry Satria Jaya, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi MBG di wilayahnya dan menyebut bahwa program ini sangat relevan dengan kondisi di lapangan.

 

“Angka stunting di Kecamatan Panjang masih cukup tinggi. Kami berharap program MBG dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki status gizi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Hendry. (*)