Jaga Integritas Penggunaan Senpi, Polres Lampung Selatan Gelar Tes Psikologi bagi Personel

Polres Lampung Selatan gelar tes psikologi senpi.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Selatan, Lampung – Polres Lampung Selatan mengadakan tes psikologi senjata api (senpi) bagi personelnya pada Rabu, 30 Juli 2025. Tes ini dilaksanakan di Aula GWL Polres Lampung Selatan dengan tujuan memastikan kesiapan mental dan tanggung jawab anggota Polri dalam penggunaan senjata api.

img_title Sita 80 Senpira di Mesuji, Akademisi Hukum: Keberhasilan Sejati Adalah Melucuti Rasa Takut Warga

Tujuan dan Pelaksanaan Tes Psikologi

Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh AKBP Endang Mustikawati, selaku Ketua Tim Psikologi Biro SDM Polda Lampung, dan disambut hangat oleh Wakapolres Lampung Selatan, Kompol Made Silpa Yudiawan.

img_title Pura-Pura Beli Motor lewat COD, Tiga Perampok Bersenpi Sekap dan Borgol Korban di Sragi

Tes psikologi ini merupakan agenda rutin dari Biro SDM Polda Lampung yang bertujuan untuk mengukur kesiapan psikologis anggota yang memegang senjata api dalam pelaksanaan tugas. 

Prosedur ini dilaksanakan dengan pengawasan ketat dan profesional, mencakup evaluasi psikotes serta sesi konseling individual bagi anggota yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

img_title Kesadaran Kamtibmas Meningkat, Warga Mesuji Serahkan 80 Pucuk Senjata Api Rakitan ke Polisi

Tanggung Jawab dan Pencegahan Penyalahgunaan Senpi

Dalam sambutannya, Kompol Made Silpa Yudiawan menyampaikan bahwa kepemilikan senjata api bukan sekadar fasilitas tugas, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas dan kesiapan mental.

"Penggunaan senjata api adalah amanah. Tes ini penting agar anggota tidak hanya terlatih secara fisik, tetapi juga matang secara mental dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, AKBP Endang Mustikawati menjelaskan bahwa seluruh anggota pemegang senpi harus memahami prosedur penggunaannya dengan benar, serta tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi.

"Tes ini bukan formalitas, tapi langkah preventif agar senpi tidak menjadi alat yang membahayakan, baik bagi pemiliknya maupun masyarakat," ungkapnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa senjata api hanya boleh digunakan dalam situasi mendesak sesuai aturan yang berlaku.

Dukungan Konseling dan Komitmen Profesionalisme

Tak hanya tes psikologi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan konseling langsung untuk personel yang mengalami tekanan psikologis. Hal ini dilakukan demi menjaga keseimbangan mental dan mendukung pelaksanaan tugas yang lebih humanis serta profesional.

Masyarakat diimbau untuk turut mendukung tugas-tugas kepolisian dengan tetap menjaga sinergi dan kepercayaan. Jika melihat potensi penyalahgunaan senpi atau gangguan keamanan lainnya, segera laporkan kepada pihak berwenang agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Halaman Selanjutnya
img_title