'Kelas Migran' Gagasan Lampung Jadi Role Model Nasional, Menteri Karding: Ini Terobosan Cerdas!
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Gagasan "kelas migran" asal Lampung kini resmi diadopsi sebagai model nasional.
Menteri Pekerja Pelindungan Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menyebut terobosan ini sebagai langkah konkret yang membedakan Lampung dari daerah lain dalam menyiapkan tenaga kerja terampil untuk pasar luar negeri.
“Lampung ini keren. Gagasan kelas migran ini justru muncul dari sini, dari Pak Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan timnya. Dan sekarang sudah saya jadikan model di berbagai provinsi,” ujar Karding dalam kunjungannya ke Lampung, Senin (29/7/2025).
Tak sekadar wacana, program kelas migran di Lampung bahkan sudah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah provinsi dengan Kementerian P2MI.
Kelas ini dirancang sebagai ruang pelatihan praktis bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin bekerja ke luar negeri, tanpa harus membangun Balai Latihan Kerja (BLK) baru dari nol.
“Daripada bangun BLK mahal, Lampung pakai pendekatan cerdas: manfaatkan ruang sekolah yang kosong untuk melatih calon migran. Ini murah, cepat, dan langsung bisa dijalankan,” katanya.
Menurut Karding, persoalan besar dunia migrasi tenaga kerja Indonesia bukan hanya soal jumlah, tapi kualitas. Banyak pekerja migran gagal beradaptasi karena kurang terampil dan tidak menguasai bahasa asing.
Ia mencontohkan insiden di Korea Selatan, di mana seorang pekerja salah menangkap perintah kapten kapal karena kendala bahasa.
“Tes masuk lolos, tapi pas kerja bingung disuruh apa. Bahasa itu krusial, begitu juga keterampilan teknis. Nah, kelas migran ini jawabannya. Kita siapkan sejak awal,” tegasnya.
Berdasarkan data yang disebut Karding, di Lampung ada lebih dari 383 ribu lulusan SMA/SMK yang belum terserap dunia kerja.
Jika tidak ditangani, angka ini bakal melonjak saat bonus demografi datang. Maka itu, Kelas Migran jadi solusi strategis yang bisa langsung dirasakan manfaatnya.
Karding juga mengungkapkan kekagumannya atas peran aktif Gubernur Lampung yang disebutnya bukan hanya kreatif, tapi juga “guru” baginya.
“Saya ini sudah dua kali datang ke Lampung dalam dua bulan. Kenapa? Karena gagasan ini memang menarik. Saya bersyukur bisa belajar dari Pak Gubernur,” ucapnya.