HKA Dorong Pengelolaan Limbah Plastik di Jalan Tol Bakter Melalui Pemberdayaan Komunitas

Pengelolaan Limbah Plastik di Jalan Tol
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – PT Hakaaston (HKA) menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan dan penggiat lingkungan untuk mendorong pengelolaan limbah plastik di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). 

img_title Rest Area Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Jadi Ruang Tumbuh UMKM Lampung

 

Program ini dijalankan melalui pelatihan pengolahan sampah kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan HKA di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan.

img_title Wapres Gibran Tinjau Tol Palembang–Betung dan Jambi, Dorong Akselerasi Koridor Utama Jalan Tol Trans Sumatera

 

Langkah ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat

img_title Kecelakaan Maut Tol Terpeka KM 187: Satu Keluarga asal Lahat Tewas, Hanya Anak Perempuan 17 Tahun yang Selamat

 

Sampah plastik yang terkumpul diolah menjadi produk fungsional seperti kursi dengan teknik ecobrick, yaitu memadatkan plastik ke dalam botol yang disusun hingga menjadi bangku yang kokoh. 

 

Hasil penjualan bangku kemudian digunakan untuk membeli pupuk pertanian.

 

Direktur Utama HKA, J. Aries Dewantoro menegaskan, keberlanjutan menjadi pijakan utama perusahaan dalam menjalankan bisnis jalan tol.

 

“Keberhasilan pengelolaan lingkungan dan sosial datang dari keterlibatan masyarakat. Inisiatif ESG kami tidak hanya bertujuan mengurangi dampak negatif, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi dan sosial nyata bagi komunitas,” kata Aries, Rabu (23/7/2025).

 

Sejak program ini dimulai pada pertengahan 2023, HKA mencatat penurunan volume sampah plastik dari rest area dan ruas tol hingga 42% setiap bulan.

 

Program Serupa di Medan–Binjai

 

Selain di Lampung, HKA juga menerapkan pengelolaan limbah di ruas Tol Medan–Binjai melalui produksi sarung rubber cone. 

 

Cone bekas diberi pelindung baru yang dijahit oleh kelompok ibu rumah tangga di Desa Payo Bakung, Kabupaten Deli Serdang.

 

Kelompok ini mendapat pelatihan menjahit, mesin jahit, dan bahan daur ulang dari HKA. Mereka mampu memproduksi hingga 100 sarung cone per hari, dengan total 150 unit telah digunakan di Gerbang Tol Binjai dan Semayang. 

 

Reflektor pada sarung juga dinyatakan memenuhi standar operasional oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Utara.

 

Hasil evaluasi menunjukkan sarung rubber cone ini memiliki ketahanan hingga tiga bulan, dengan biaya produksi 50% lebih murah dibandingkan produk baru. 

 

Program ini mampu mengurangi pengeluaran pengadaan cone baru hingga 60% sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

 

“Setiap inisiatif ESG yang kami jalankan lahir dari keyakinan bahwa keberlanjutan dimulai dari kepedulian. Kami ingin meninggalkan jejak yang tidak hanya terlihat di jalan tol, tetapi juga terasa dalam kehidupan masyarakat,” tutup Aries. (*)