Dari Keterbatasan Menuju Prestasi, Ribuan Penyandang Disabilitas di Bandar Lampung Pecahkan Rekor MURI

Suasana di start Jalan Sehat Disabilitas
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung – Ribuan penyandang disabilitas di Bandar lampung berpartisipasi dalam kegiatan jalan sehat dan senam bersama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-343.

img_title Bukan Cuma Masker, Pemkot Bandar Lampung Ingatkan Warga Jaga Makanan dari Abu Vulkanik

 

Acara ini juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kegiatan dengan peserta disabilitas terbanyak.

img_title Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar ke Bandar Lampung, Warga Diminta Waspada

 

Wali Kota Bandar lampung, Eva Dwiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud perhatian dan dukungan pemerintah kota terhadap warga yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental. 

img_title Ingin Staycation Tanpa Keluar Bandar Lampung? Holiday Inn Tawarkan September Deals

 

"Penyandang disabilitas adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak sama untuk berkontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan, sesuai dengan kemampuan mereka," ujar Eva, Minggu (18/5/2025).

 

Lebih lanjut, Pemkot Bandar Lampung berkomitmen untuk meningkatkan inklusivitas melalui berbagai program, salah satunya pembangunan sekolah khusus bagi anak berkebutuhan khusus. 

 

Sekolah ini telah beroperasi selama hampir satu tahun dengan kapasitas sekitar 300 siswa. Ke depannya, sekolah tersebut akan diperluas menjadi dua lantai agar bisa menampung lebih banyak anak, tidak hanya dari Bandarlampung, tetapi juga dari daerah lain di Provinsi Lampung.

 

Data dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bandarlampung mencatat bahwa sekitar 2.000 penyandang disabilitas mengikuti kegiatan ini, didampingi oleh pendamping masing-masing. 

 

Dengan tambahan peserta lain, total jumlah peserta mencapai lebih dari 5.000 orang.

 

Acara ini menjadi momen kebersamaan yang menunjukkan bahwa ruang publik dan aktivitas sosial bisa dan harus inklusif. 

 

Penghargaan dari MURI yang diterima oleh Pemkot Bandar lampung menjadi bukti nyata bahwa kota ini mampu menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan kelompok yang selama ini sering terpinggirkan.

 

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka mata dan hati masyarakat akan pentingnya memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas,” tambah Eva.

 

Dengan semangat inklusif tersebut, Bandar Lampung terus berupaya menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi semua warga, agar setiap individu dapat berkembang dan berkontribusi tanpa terkecuali. (*)