Curhat Emak Emak, Isu Jalan Rusak dan BPJS

Jalan Pekon Jatiagung Ambarawa Pringsewu
Sumber :
  • Nanang

Lampung –Curhat kondisi jalan rusak menahun, warga masyarakat harapkan perbaikan jalan dari pemerintah dan pemutusan BPJS jadi persoalan baru.


Bertahun tahun, kondisi jalan penghubung antar desa di Pekon Margodadi, Pekon Jatiagung dan Pekon Tanjung Anom Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu Lampung belum ada realisasi yang menjanjikan.

Hal itupun diungkapan salah satu warga Pekon setempat. Sulistari seorang ibu rumah tangga yang setiap hari merasakan debu bertaburan saat musim kemarau dan kubangan air disaat musim penghujan.

"Saat musim kemarau seperti ini debu debu bertaburan hingga masuk dalam rumah. Nah kalau musim hujan seperti kubangan kolam ikan," keluh Sulistari dengan menggerutu kepada lampung.viva.co.id. Selasa (29/09/26).

Menurut Sulistari, kondisi jalan yang sudah bertahun tahun tersebut bukan menjadi persolan baru bagi warga masyarakat. Namun, sudah menjadi buah bibir warga masyarakat yang melintas.

"Kalau ngomongin jalan ini tidak ada habisnya. Karena, hampir semua warga masyarakat pekon ini pasti mengeluh. Kapan dibangun, kapan diperbaiki," jelasnya.

Karena itu, kami warga masyarakat bingung mau mengadu, bingung mau menyampaikan apa yang menjadi keinginan warga masyarakat. Karena, semua warga masyarakat ceritanya sama, kapan jalan ini diperbaiki.

"Kondisi ini sudah lama, kami punya wakil rakyat di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kami punya bupati setau saya Riyanto Pamungkas. Tapi, kenapa jalan ini terus seperti ini," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Suparmi, warga Pekon Jatiagung yang letak rumahnya tepat dipinggir jalan. Pemandangan jalan rusak itu pun bukan menjadi perbincangan lagi. Tapi, menjadi sebuah persoalan baru disaat musim kemarau.

"Kalau musim kemarau berdampak sekali dengan kesehatan. Karena, debu yang berterbangan. Nah, apakah persolaan seperti akan terus dibiarkan atau memang pembiaran. Kalau berbicara soal adil dan sejahtera serta makmur. Dimana letak keadilan dan dimana letak kemakmuran," tegasnya.
Selain itu, kami warga masyarakat selalu mentaati apa yang menjadi peraruran pemerintah, baik dalam taat pajak dan lain sebagainya. Tapi, kenapa persoalan ini kok dibiarkan berlarut.

"Disini sentral industri, kondisinya jalan seperti ini. Dan, bukan hanya itu aja persoalan BPJS yang diputus juga menjadi perbicangan diwarga masyarakat. Terus sampai kapan," ungkapnya.